Kamis, 29 September 2022

3 Rahasia Penderita Diabetes Bisa Tetap Makan ENAK!

Makanan merupakan salah satu kunci untuk mengelola kesehatan karena makanan merupakan sumber asupan nutrisi yang didapat oleh konsumennya. Kebutuhan mengelola makanan menjadi semakin meningkat ketika seseorang memiliki kebutuhan khusus akibat kondisi kesehatan yang dimiliki, misalnya bagi penderita diabetes yang butuh mengelola kadar glukosa darah.

Makan makanan yang memiliki kandungan gula dan lemak bisa menjadi pemicu masalah meski keduanya seringkali sulit untuk ditolak. Ada kebutuhan mengelola kondisi diabetes agar seseorang tetap bisa menjalani hidup yang sehat dan tentu saja tetap menyenangkan. 

Situasi tersebut didukung oleh American Diabetes Association yang menyebut ada kebutuhan penting mengelola diabetes. Hal yang sama juga dikemukakan oleh Michigan State University Extension yang merekomendasikan seseorang dengan kondisi diabetes untuk meluangkan waktu merencanakan menu dan porsi makanan yang dikonsumsi.

Ada beberapa elemen yang wajib dipertimbangkan dalam mengelola menu dan mengatur porsi, terutama terkait dengan jumlah karbohidrat, gula dan lemak yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi. Situasi ini bisa menjadi lebih rumit ketika ketiganya terkandung dalam makanan – makanan favorit yang disukai.

Karena alasan itulah dibutuhkan komitmen yang kuat dan kesadaran akan kebutuhan dalam mengelola asupan nutrisi bagi penderita diabetes dalam mengelola beberapa hal berikut ini. 

1. Pastikan Waktu Sarapan Tidak Melampaui Batas!

Salah satu hal terpenting yang wajib dikelola adalah jadwal sarapan. Sarapan atau makan pagi bisa dikatakan sebagai pondasi dalam mengelola jadwal dan menu makan sehari – hari. Pastikan untuk sarapan di waktu yang teratur, misalnya sebelum pukul 8 pagi. Jadwal sarapan yang teratur akan lebih memudahkan tubuh menyesuaikan diri dengan pola tersebut.

Setelah waktu sarapan, usahakan untuk tetap mengkonsumsi makanan serta camilan sepanjang hari dengan pola dan porsi yang teratur. Ada baiknya juga untuk berhenti ngemil atau makan makanan kecil beberapa saat sebelum memasuki waktu makan besar. Cara ini bisa memberi pengaruh yang baik terhadap kadar glukosa darah agar tidak melonjak setelah makan besar.

Hal lain yang bisa dikelola adalah mengatur porsi makan, terutama untuk jenis – jenis makanan yang memiliki kandungan tepung atau karbohidrat yang tinggi. Beberapa jenis makanan dan bahan pangan seperti roti, nasi, jagung dan kentang merupakan jenis makanan yang masuk dalam kategori memiliki kandungan karbohidrat tinggi.

Sumber bahan pangan yang rendah karbohidrat seperti buah dan sayur dapat menjadi alternatif untuk mengisi pengurangan porsi makanan berkarbohidrat tinggi. Konsumsi buah dan sayur mentah atau segar bisa menjadi alternatif yang baik sebagai sumber vitamin, mineral serta serat yang tinggi. Alternatif lain saat mengkonsumsi sayur adalah dengan cara dikukus. Cara ini dapat membantu menjaga perut terasa kenyang lebih lama dengan asupan kalori yang jauh lebih sedikit.

2. Ganti Nasi #YangLebihBaik dengan Kadar BEBAS GULA dan GLUTEN

Alternatif lain dari pengelolaan asupan makanan yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi adalah dengan menggantinya dengan sumber karbohidrat yang bebas gula dan gluten. Cara ini bisa menjadi pilihan yang lebih mudah dan tidak terlalu memberi tekanan secara psikologis karena hampir tidak ada perubahan yang radikal pada tipe makanan yang dikonsumsi. 

Berbeda dengan memaksa diri untuk mengurangi dalam jumlah banyak konsumsi makanan dengan karbohidrat tinggi dan menggantinya dengan buah atau sayur. Perubahan ini bisa sangat sulit dilakukan, terutama oleh mereka yang sudah memiliki kebiasaan mengkonsumsi sumber karbohidrat dalam jumlah banyak seperti nasi, kentang, jagung ataupun singkong.

Kini ada cukup banyak produk yang bisa menjadi pengganti makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi tersebut. Produk pengganti ini memiliki rasa dan wujud yang serupa, akan tetapi memiliki kandungan gula dan gluten yang jauh lebih rendah dan bahkan bebas kedua kandungan zat tersebut.

Salah satu produk alternatif pengganti nasi tersebut adalah DailyMeal. Terdapat pilihan nasi jagung dan nasi singkong yang lebih ramah di sisi citarasa dan tetap sehat bagi konsumen diabetes. Nasi alternatif ini memiliki kandungan serat tinggi, bebas gluten dan tetap memiliki tekstur yang pulen. Rasa yang serupa dengan nasi biasa akan membuat aktivitas makan terasa biasa dan tetap menyenangkan.

DailyMeal juga menyediakan produk nasi alternatif ini dengan cita rasa khas nusantara berupa nasi uduk, nasi kebuli dan bahkan nasi goreng. Aktivitas makan sehat menjadi lebih menyenangkan dan terasa biasa dengan pilihan nasi alternatif dari DailyMeal ini. Proses memasak dan penyajian yang praktis juga membuat pengganti nasi ini tidak menimbulkan kerepotan baru.

3. Hindari Minuman Berkalori Tinggi, Ganti dengan Buah Segar

Lonjakan kandungan gula dalam darah tidak hanya terjadi dari konsumsi makanan yang mengandung gula atau karbohidrat tinggi, tetapi juga berasal dari konsumsi minuman. Karena alasan inilah, konsumsi minuman menjadi bagian penting dari mengelola asupan nutrisi bagi seseorang yang memiliki masalah diabetes.

Ada banyak produk minuman yang memiliki kandungan kalor tinggi seperti minuman bersoda ataupun produk minuman manis yang menggunakan pemanis gula. Sebagai penggantinya maka bisa dipilih untuk meminum soda diet selain banyak – banyak minum air putih.

Pilihan lain minuman yang bisa dikonsumsi sebagai bagian dari pengelolaan asupan nutrisi adalah kopi atau teh tanpa memakai gula atau krim. Hidrasi atau konsumsi cairan melalui minuman tidak hanya berdampak baik bagi metabolisme tubuh, akan tetapi juga bisa menjaga perut agar terasa kenyang dengan durasi lebih lama.

Jenis minuman yang sebaiknya dihindari adalah minuman dengan kandungan alkohol. Seseorang dengan diabetes sebaiknya berkonsultasi langsung ke dokter terkait minuman beralkohol jika masih ingin tetap mengkonsumsinya. Minuman beralkohol bisa menyebabkan penurunan gula darah dengan cepat ketika dikonsumsi saat perut dalam kondisi kosong.

Tetap Konsisten Lakukan 3 Hal di Atas Agar Tetap Bisa Nikmati Makanan yang ENAK juga LEZAT!

Selain 3 langkah penting di atas, ada beberapa hal lain terkait gaya hidup yang sebaiknya juga dikelola agar tetap bisa menjalani hidup dengan normal dan sehat meski memiliki diabetes. Salah satu yang paling penting adalah olahraga dan aktivitas fisik.

Aktivitas fisik yang teratur dan terukur ketika dipadukan dengan pengelolaan asupan nutrisi bisa menjaga kadar gula darah stabil dalam kisaran normal. Pilih aktivitas fisik yang ringan dan menyenangkan seperti berjalan – jalan atau bersepeda di area sekitar tempat tinggal. Selain itu tempat – tempat yang memiliki udara bersih alami dan suasana menyenangkan juga bisa menjadi tujuan untuk berolahraga dan melakukan aktivitas fisik ringan.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah menghindari stres akibat sikap yang terlalu keras pada diri sendiri, terutama dalam hal mengelola menu makan dan asupan nutrisi. Konsumsi nasi alternatif dari DailyMeal merupakan bagian dari menghindari perasaan tertekan karena tidak boleh mengonsumsi nasi yang sudah dianggap sebagai makanan pokok utama di masyarakat Indonesia.

Hidup sehat dengan diabetes bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dijalani. Pemahaman akan kondisi diri dan pilihan strategi pengelolaan yang tepat akan membuat hidup tetap sehat dan menyenangkan meski seseorang hidup dengan diabetes.